Bupati Zairullah Kunjungi Desa Tamunih Dan Dadap Kusan Raya

Penulis detikban - 06/06/2021

2140
IMG-20210606-WA0018

Detik Banua. Co.Id, BATULICIN – Untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di daerah perbatasan. Bupati Tanah Bumbu H.M Zairullah Azhar berkunjung ke Desa Tamunih dan Desa Dadap Kusan Raya Kecamatan Teluk Kepayang, Sabtu (05/06)

Di dampingi Pj Sekretaris Daerah Ambo Sakka,  Bupati mengajak seluruh Kepala SKPD di lingkup pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam kunjungannya, Bupati  bersama rombongan di sambut oleh Camat Teluk kepayang dan Kepala Desa Tamunih serta Kepala Desa Dadap Kusan Raya.

Kepala Desa Tamunih Taupik Haderani mengatakan,  mengucapkan terimakasih atas kunjungan Bupati bersama rombongan yang di desanya.

Sementara itu Kepala Desa Dadap Kusan Raya, Zulkarnain mengatakan, Zairullah merupakan Bupati Tanah Bumbu yang pertama mengunjungi desa di wilayah perbatasan.

”Kami sangat berterimakasih atas kunjungan bapak Bupati,” Kata Zulkarnain Kades Dadap Kusan Raya.

Untuk diwilayah Desa Tamunih Bupati Tanah Bumbu memberikan bantuan sebesar 100 juta untuk pembangunan mushola dan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar 6 milyar pada anggaran perubahan Tahun ini.

Sedangkan untuk di Desa Dadap Kusan Raya pemerintah daerah juga akan merealisasikan pembangunan mushola serta pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 4 KM dan jembatan sebanyak dua buah 

Selain pembangunan jembatan dan infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga akan membantu pipanisasi untuk air bersih dan pembangunan gedung sekolah serta gedung puskesdes untuk Desa Dadap Kusan Raya.

Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dalam sambutannya berharap dalam silaturahmi ini seluruh kepala dinas dapat mendengar apa saja yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat di kedua desa tersebut.

Sehingga itu tentunya semua keluhan masyarakat itu dengan cepat dapat direalisasikan.

Camat Teluk Kepayang Joni Suwarno mengatakan, saat ini mayoritas pendapatan warga desa Dadap Kusan Raya adalah petani padi.

Saat panen warga Desa Dadap kesulitan untuk memabrik hasil padi tersebut, sebab saat ini belum ada mesin penggilingan padi, sehingga mereka harus memabrik keluar desa dengan biaya yang cukup tinggi.

“Masyarakat ingin meminta bantuan mesin penggilingan padi untuk produksi hasil pertanian warga saat ini,” katanya

Selain alat penggilingan padi masyarakat juga membutuhkan lampu penerangan berupa PLTS yang mana saat ini belum terpenuhi keseluruhan di kedua desa tersebut.

maskot-pemilu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

baner2
ayo-vote-menangkan-video-wonderful-indonesia-di-unwto-award-170906x_3x2-rev170907
HARI JADI TANBU