Komplotan Copet di Batfest 2022 Dibekuk

DETIK BANUA.CO.ID, TANAH BUMBU – Komplotan copet yang sempat meresahkan pengunjung Batulicin Festival (Batfest) 2022 yang digelar beberapa waktu lalu dibekuk oleh pihak kepolisian
Sindikat copet tersebut, 1 laki-laki dan 1 perempuan, keduanya berasal dari pulau jawa
Kapolres Tanahbumbu, AKBP Tri Hambodo melalui Kasat Reskrim, AKP Endris Ary Dinindra didampingi Kasi Humas, AKP Sarianto mengungkapkan, kedua pelaku tertangkap tangan saat melakukan aksi pencopetan barang milik pengunjung Batfest 2022.
“Pelaku seorang pria dan wanita berinisial SA (56) dan MS (41) warga asal Jawa Timur,” ungkap dia di ruang kerjanya Mapolres Tanahbumbu, Senin (2/1/2023).
Dibeberkan dia, saat diamankan petugas unit Resmob yang dipimpin oleh Bripka Robinson, dari tangan pelaku ditemukan barang bukti 10 unit handphone hasil kejahatan.
“Barang bukti lain sempat dikirim melalui ekspedisi Tiki, kemudian oleh petugas meminta agar pengiriman dibatalkan lantaran barang hasil kejahatan. Setelah dikembalikan, ada 12 unit handphone dalam paket yang sebelumnya sudah tiba di Banjarmasin dan akan dikirim ke Jawa Timur,” beber dia.
Dijelaskan dia, penangkapan pelaku berawal dari laporan para korban pencopetan yang merupakan pengunjung Batfest Tahun 2022 di Kecamatan Simpang Empat.
“Salah satu korban ada yang sempat memvideo pelaku pria dan wanita saat beraksi. Jadi, dari video tersebut awal kita melakukan penyelidikan hingga penangkapan,” jelas dia.
Diduga kedua pelaku merupakan komplotan dari jaringan pencuri atau copet antar pulau yang kerap beraksi di gelaran acara besar.
“Kedua pelaku datang dari Jawa Timur, dan baru 2 hari ada di Tanahbumbu untuk beraksi sebelum akhirnya tertangkap,” terang dia.
Dikatakan dia, kedua pelaku terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
“Ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegas dia.
Dihimbau dia, untuk para korban yang merasa kehilangan atau kecopetan pada saat berada di area Batfest Tahun 2022, segera mengecek dan membuat laporan ke Polres Tanahbumbu.
“Dengan membawa bukti kepemilikan handphone seperti kotak handphone untuk memastikan,” tutup dia.

Lima Proyek Molor Pekerjaannya, Dinas PUPR Sudah Beri Peringatan

DETIK BANUA.CO.ID, TANAH BUMBU – Lima proyek pembangunan di Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan Ruang (PUPR) bidang Cipta Karya dipastikan molor pekerjaannya, pasalnya sudah habis waktu pelaksanaannya sesuai kontrak 
Dari lima proyek tersebut bahkan ada yang terancam mangkrak
Kadis PUPR Tanbu melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Amruddin mengakui terkait keterlambatan penyelesaian lima proyek pemerintah tersebut.
“Ada yang habis waktu tanggal 15 Desember 2022, tapi ada yang sampai tanggal 31,” akui dia di ruang kerjanya, Rabu (22-12-2022).
Dikatakan dia, keputusannya terhadap lima proyek yang mengalami keterlambatan penyelesaian tergantung kebijakan dari pengguna anggaran yaitu Kepala Dinas PUPR Pemkab Tanahbumbu.
“Ada tiga opsi, adendum perpanjangan waktu, perpanjangan dengan denda keterlambatan, atau putus kontrak,” terang dia.
Ditambahkan dia, untuk pekerjaan pembangunan yang habis waktu Tanggal 15 Desember 2022 terlebih dulu diberikan adendum perpanjangan waktu hingga Tanggal 31 Desember 2022.
“Kemudian, Tanggal 28 Desember 2022, pengguna anggaran terlebih dulu melakukan finaly quantity,” tambah dia.
Selanjutnya, akan diputuskan oleh pengguna anggaran kebijakan yang akan diambil terkait proyek pemerintah tersebut.
“Diberi perpanjangan waktu dengan denda keterlambatan 1/1000 atau 0,1 persen dari nilai kontrak, kalau tidak tentu putus kontrak,” jelas dia.
Namun, lanjut dia, tentu ada pertimbangan sebelum dikeluarkan kebijakan dari pengguna anggaran. Karena, sudah tentu adanya kebijakan pasti menabrak aturan.
“Pertimbangan lain tentu soal kemanfaatan,” lanjut dia.
Diungkapkan dia, proses penyelesaian pekerjaan diatas 90 persen pada akhir tahun nanti, tentu akan dipertimbangkan untuk diseratus persenkan.
“Dengan catatan, bahan material tersedia di lapangan seratus persen,” ungkap dia.
Kemudian, proyek dengan progress penyelesaian dibawah 90 persen hingga 70 persen akan dipertimbangkan untuk diberikan perpanjangan waktu dengan sistem denda keterlambatan 0,1 persen dari nilai kontrak.
“Ini pun dengan perhitungan teknis dengan dua kali perpanjangan 50 hari bisa selesai 100 persen,” beber dia.
Terakhir, progress penyelesaian dibawah 60 persen di Tanggal 31 Desember 2022, terancam akan diputus kontrak.
“Mau tidak mau harus putus kontrak,” pasrah dia.
Dipastikan dia, secara prosedur pihaknya sudah menjalankan, dengan memberikan teguran dan peringatan satu hingga peringatan dua.
“Alasan keterlambatan, salah satunya faktor cuaca. Kalau faktor kesengajaan atau kelalaian pelaksana, tidak ada yang mengaku dari pelaksana,” kilah dia.
Progress Penyelesaian Proyek Pertanggal 15 Desember 2022
1. Rehab Eks Kantor Pengadilan Negeri Batulicin
Nilai Kontrak : Rp 884.228.400,-
Pelaksana : CV Media Multi Mitra
Progress : +70 Persen
2. Pembangunan Pintu Gerbang Satui
Nilai Kontrak : Rp 4.128.319.787,-
Pelaksana : CV Tiga Saudara Hasanah
Progress : 30 Persen
3. Pembangunan Kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudanan, Olahraga dan Pariwisata Kab. Tanah Bumbu
Nilai Kontrak : Rp 2.789.486.281,-
Pelaksana : PT Inovasi Multi Kreasi
Progress : 40 Persen
4. Pembangunan Kantor Dinas Perikanan Kab. Tanah Bumbu
Nilai Kontrak : Rp 2.789.486.281,-
Pelaksana : PT Inovasi Multi Kreasi
Progress : 70 Persen
5. Pembangunan Kantor Kecamatan Kusan Tengah
Nilai Kontrak : Rp 2.195.000.000,-
Pelaksana : CV Karya Bersinar Mandiri (KBM)
Progress : 80 Persen

(Sumber FENOMENA. ID)

Mantap, Jalan Alternatif Satui KM 170 Sudah Bisa Dilalui

Detik Banua.CO.ID, BATULICIN – Akhirnya Jalan Alternaf yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bisa dilalui pada Minggu (16/10) sore.
Dimana sebelumnya pada subuh Jalan Nasional KM 171 dinyatakan ditutup setelah terjadi longsor susulan yang mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui oleh pengendara Roda 4.
Namun kini pengendara roda empat kembali lancar dalam melintasi jalan dan tidak melewati Jalan Nasional di KM 171 lagi namun sudah melewati jalan alternatif yang dibangun Pemkab Tanbu
Jalan Alternatif tersebut berada di KM 170 dari arah Banjarmasin – belok kiri ke Jalan Houling HB Putra, lanjut ke persimpangan Tiga Jombang – Jalan Poros. Begitu juga sebaliknya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu Subhansyah mengatakan kini Jalan Alternatif sudah bisa dilewati dengan lancar
“Alhamdulillah, sekarang jalan alternatifnya sudah bisa dilalui roda empat dengan lancar, ” jelas Subhansyah.

Tinggalkan Jalan Nasional Yang Longsor, Pemkab Tanbu Bangun Jalan Alternatif Senilai 5 Milliar

Detik Banua. Co.Id, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengambil langkah cepat terkait tidak bisa dilaluinya jalan nasional KM 171 akibat longsor di Desa Satui Barat, Kecamatan Satui.
Jalan alternatif rencananya akan mulai dibangun besok dengan anggaran 5 Milliar, Rabu (12/10)
“Yang ingin saya sampaikan adalah berkaitan dengan sekarang yang lagi viral yakni, longsornya Jalan Satui Barat KM 171. Karna memang jalan itu adalah jalan nasional tanggung jawabnya ada dipusat.” kata Bupati HM Zairullah Azhar, di ruang rapat Kantor Bupati, Selasa (11/10).
Berdasarkan hasil rapat Zairullah menjelaskan bahwa jalan itu tidak bisa dipindah, Namun pemerintah daerah merasa bertanggung jawab.
“Dalam rapat dengan beberapa pihak sepakat diputuskan membuat jalan pemerintah daerah sekitar 2,5 sampai 2,7 kilometer jalan alternatif. Yang InsyaAllah besok mulai dikerjakan,” ungkapnya.
Bupati berharap dalam waktu 3 sampai 4 hari kedepan jalan sudah selesai sehingga mampu mengatasi persoalan jalan.
“Tim nanti akan bekerja siang malam agar cepat rampung sebagai bentuk perhatian dan keprihatinan kita terkait longsornya jalan KM 171,” jelasnya
Berdasarkan analisa, jalan nasional KM 171 yang longsor tersebut sangat lentur dan sewaktu-waktu kemungkinan bisa terjadi longsor lagi dan tidak memungkinkan lagi untuk dipertahankan.
Jalan KM 171 menurut Zairullah merupakan akses yang sangat penting bagi masyarakat untuk beraktifitas  baik dari Banjarmasin, Batulicin, Kotabaru, Balikpapan, Samarinda dan lainnya melalui jalan darat, sehingga pemerintah daerah mengambil langkah membuat jalan baru.
Jalan baru ini sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian pemerintah daerah terhadap kepentingan masyarakat dan tentu rakyat banyak yang bukan hanya Tanah Bumbu saja, tetapi semua juga daerah lainnya di Kalsel dan Kaltim yang melewati jalan tersebut,” tuturnya
Bupati juga meminta doa kepada seluruh masyarakat agar pembangunan jalan tersebut dapat terlaksana dengan baik sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terselesaikan
“Mudah-mudahan ini menjadi keputusan yang terbaik untuk masyarakat, daerah dan semua,” tutupnya. (Man/Red)

 

Rumah Retak di Satui, 23 KK Terima Bantuan Sembako

Detik Banua. Co.Id, BATULICIN – Sebanyak 23 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya retak akibat aktivitas pertambangan di Desa Satui Barat Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu terima bantuan paket sembako, Sabtu (10/09)
Bantuan berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu melalui tim yang dibentuk oleh Pemkab Tanbu bersama Forkopimda.
Tim nantinya juga akan mengkaji permasalahan ganti rugi rumah warga yang retak.
Camat Satui, Kadri Mandar yang ditunjuk sebagai ketua tim kajian mengatakan, saat ini tim dari pemerintah daerah sudah turun dan melihat lokasi tentunya akan langsung dilakukan penanganan.
” Kami tadi sudah turun, melihat lokasi. Dan sekaligus kami bagikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak retakan rumah itu, ” kata Kadri.
Selain itu, tim juga sudah menyediakan tempat relokasi sementara dan sebagian warga sudah ada yang mau pindah sebagian lagi masih menetap di rumahnya.
” Kami sudah sediakan rumah untuk mengungsi dan bantuan juga kami salurkan kepada warga sebagai perhatian dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Saat ini, tim juga sudah mendata dan mulai menghitung kerugian rumah warga yang terdampak retakan itu.
” Minggu depan ada tim dari Aprisal untuk menghitung kerugian per rumahnya. Waktu 15 hari yang ditentukan saat rapat kemarin, Insya Allah kita maksimalkan sebelum batas waktu itu sudah ada solusi. Terkait jalan Nasional yang retak, masih dikaji Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Selatan, ” pungkasnya. (Red/Rel)

Dishub Tanbu Minta Bupati Zairullah Evaluasi Izin Penyelenggaraan Jalan Khusus

Detik Banua. Co.Id, TANAH BUMBU – Dinas Perhubungan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan meminta Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar agar mengevaluasi atau mencabut Izin Penyelenggaraan Jalan Khusus (IPJK) miliki PT Toudano Mandiri Abadi (TMS) yang dikeluarkan Bupati Mardani H Maming pada 21 Juli 2014 karena tidak memenuhi persyaratan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tanah Bumbu Fitriansyah mengatakan, TMA sebenarnya tidak memenuhi syarat mendapatkan IPJK yang digunakan oleh perusahaan-perusahan angkutan batubara.
Menurutnya ada enam sayat pengajuan, misalnya bukti kepemilikan dan penguasaan lahan baik berupa segel tanah maupun sertifikat, bukti penyesuaian tata ruang dan atau izin penataan ruang, juga dokumen hasil andalalin (analisis dampak lalu lintas) yang dikerjakan konsultan.
“Sementara TMA sampai sekarang, dari enam persyaratan hanya satu yang terpenuhi, yaitu hanya surat permohonan,” kata Fitriadi, di Tanah Bumbu, Sabtu (16/7/2022).
Hal yang janggal, meski pengajuan IPJK oleh PT TMA tidak lengkap namun saat itu Bupati Mardani menandatangani izin yang diajukan oleh Direktur TMA Novri Ompusunggu.
Bahkan Fitriadi menegaskan bahwa dokumen andalalin TMA memang tidak pernah ada.
Permintaan Dishub agar IPJK PT TMA dicabut setelah terbit Perda Nomor 2 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Jalan Khusus, yang tegas mengatur bahwa Bupati Tanah Bumbu dapat mengevaluasi dan mencabut IPJK.
“Berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2022, jelas bisa dicabut karena mereka (TMA) tidak memenuhi beberapa persyaratan,” tegasnya.
Sementara Plt Kepala Dishub Tanah Bumbu Achmad Marlan mengatakan telah berkali-kali melakukan pemanggilan dan pertemuan dengan pihak TMA, bahkan hingga terbit Perda 2 Tahun 2002 masih belum ada kesanggupan dari TMA untuk melengkapi persyaratan.
“Kami rasa selayaknya pimpinan kami (Bupati) mengevaluasi atau dicabut saja seperti kita usulkan,” katanya.
Sejak mendapat IPJK dari Bupati Mardani pada 21 Juli 2014, TMA telah menikmati sumber daya daerah sampai tahun 2022 atau sekitar delapan tahun.
Anggota DPRD Tanah Bumbu, Bahsanuddin dari Fraksi PKS, menyarankan agar pemerintah dan TMA duduk bersama mencari jalan keluar karena Tanah Bumbu maju ditopang oleh investasi pengusaha.
“Saran saya bisa dibicarakan lagi demi kemajuan Tanah Bumbu. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Bahsanuddin, Jum’at (15/7/2022). (Red)

32.000 Takjil Kembali Dibagikan FIFGROUP

DETIK BANUA. CO.ID, TANAH BUMBU –  Kembali PT Federal Internasional Finance (FIFGROUP) membagikan sebanyak 32.000 takjil diseluruh kantor cabang FIF seluruh Indonesia.
Ada sebanyak 235 cabang kantor FIFGROUP di Indonesia yang mendapatkan takjil. Dimana dananya berasal dari dana sosial syariah sebesar Rp. 320 juta.
Takjil tersebut dibagikan 
Setiap cabang membagikan lebih 135 takjil sebagai perwujudan kepedulian FIFGROUP kepada masyarakat.
Program ini merupakan pembagian takjil terbesar yang dilakukan oleh perseroan dalam 3 tahun terakhir. Takjil yang dibagikan berupa kurma, makanan kecil, dan minuman.
Di Kabupaten Tanah  Bumbu takjil secara simbolis diterima oleh Kepala Cabang FIFGROUP Batulicin, Lalu Heriyadi Surya dan langsung di distribusikan ke Panti Asuhan Darul Yatama Zulfa di Kecamatan Simpang Empat, Kamis (28/04)
Kedatangan Kepala Cabang beserta beberapa karyawan FIF disambut lantunan salawat dari anak-anak penghuni panti asuhan
Mewakili manajemen Lalu Heryadi Surya mengatakan merupakan kebahagian tersendiri dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. “Terutama dengan anak- anak yatim di panti asuhan ini,”katanya
Dia berharap apa yang dilakukan perseroan dapat menjadi semangat baru dalam bekerja. Dan pemberian takil ini dapat diterima dengan tulus oleh anak-anak semua
“Semoga pemberian takjil ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” Imbuhnya
Guru Fadli selaku perwakilan panti asuhan mengucapkan terimakasih atas takjil yang diberikan di panti asuhan.
Dia juga berharap silaturahmi ini terus berjalan menjadi sebuah agenda rutin tahunan
“Mudah-mudahan apa yang diberikan ini menjadi nilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” ujarnya (Red/Rel/Man)
 

 

PT FIF Dukung Pelaksanaan SDGs Melalui Dana Bergulir

DETIK BANUA. CO.ID, JAKARTA – Dalam rangka mendukung Sustainibility Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh seluruh negara di dunia dan untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik mengacu pada implementasi program Environment, Social, and Governance (ESG), PT FIF telah mencatatkan pelaksanaan berbagai program setiap tahunnya.
Pada tahun 2021, PT FIF berfokus pada bantuan Program Dana Bergulir yang ditujukan kepada 524 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di 243 titik cabang PT FIF di Indonesia dengan total dana yang digulirkan sebanyak Rp 1,47 miliar. Program ini dilakukan dalam rangka mendukung kebangkitan dan pemulihan ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah.
Selain itu, pada tahun yang sama, PT FIF juga melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial dalam rangka mendukung pemulihan pandemi Covid-19 melalui kegiatan vaksinasi dengan dana yang digelontorkan hingga Rp 2,14 miliar. PT FIF juga gencar mendukung pencapaian SDGs nomor 13 tentang climate action (penanganan perubahan cuaca) dan nomor 15 tentang life on land (menjaga ekosistem darat) melalui pelestarian lingkungan dengan program “Tanam 4.500 Pohon Endemik di 55 titik se-Indonesia” yang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Di samping ketiga program besar tersebut, PT FIF juga melakukan berbagai program tanggung jawab sosial yang dilakukan secara berkelanjutan dengan mengacu kepada 4 pilar Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu pilar pemberdayaan masyarakat, pilar kesehatan, pilar pendidikan, dan pilar lingkungan dengan total sebanyak 463 kegiatan sepanjang tahun 2021. Dengan demikian, pada tahun 2021, PT FIF menyalurkan dana untuk kegiatan program tanggung jawab sosial perusahaan total secara keseluruhan sebesar Rp 20,94 miliar.
Pada tahun 2020, pandemi Covid-19 pertama kalinya muncul menjadi wabah di Indonesia. Seluruh masyarakat Indonesia terdampak akibat virus yang mematikan ini. Salah satu dampak yang dirasakan di antaranya adalah jumlah pengangguran yang mengalami peningkatan, berkurangnya permintaan masyarakat yang berdampak pada sektor ekonomi, hingga berkurangnya mobilitas masyarakat yang menyebabkan berbagai sektor berhenti untuk sementara.
Untuk mengurangi beban yang timbul akibat pandemi Covid-19, pada tahun 2020  PT FIF melakukan program Bagi-Bagi Sembako untuk masyarakat dengan jumlah total penyaluran sebanyak lebih dari 75 ribu paket senilai Rp 15,1 miliar, di mana program ini juga terus dilanjutkan hingga tahun 2021 dengan total penyaluran sebanyak 29 ribu paket sembako setara dengan nilai Rp 5,86 miliar. Selain itu, PT FIF juga membantu rumah sakit dalam penanganan Covid-19 melalui program pengadaan 8 unit ventilator dengan dana yang disalurkan sebesar Rp 3,89 miliar.
PT FIF juga melaksanakan program Bank Wakaf Mikro (BWM)  yang dicanangkan oleh OJK sejak 2019 untuk masyarakat desa. Perseroan mendukung pendirian empat BWM di empat kota, yaitu Semarang, Ambon, Papua pada tahun 2019 dan di kota Rembang pada tahun 2020 dengan total dana yang disetor sebesar Rp 12 miliar, di mana masing-masing lokasi senilai Rp 3 miliar.
Total seluruh kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT FIF yang mengacu program 4 pilar yang dilaksanakan selama tahun 2020 total sebanyak 407 kegiatan dan dana yang disalurkan total untuk seluruh kegiatan di tahun 2020 sebesar Rp 28,9 miliar.
Sedangkan, jika mengacu pada kegiatan tanggung jawab sosial pada tahun 2019, PT FIF telah melakukan kegiatan bersih-bersih laut dari sampah plastik yang dikenal dengan MarundaGue yang berkolaborasi dengan Astra Financial, pelaksanaan Bank Wakaf Mikro di Semarang, Ambon, dan Jayapura, serta pelaksanaan kegiatan Literasi keuangan untuk disabilitas dengan total kegiatan yang dilaksanakan sebanyak 492 kegiatan dengan dana yang disalurkan sebesar Rp 13,24 miliar.
Berdasarkan kegiatan tanggung jawab sosial yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2019-2021, PT FIF terus berkomitmen dalam meningkatkan program tanggung jawab sosial dengan memberikan dampak yang lebih luas dan membawa manfaat bagi masyarakat. Di tahun berikutnya, PT FIF akan berkontribusi dan mendukung program SDGs dan ESG. (Rel)

Tahun 2021 PT FIF Tingkatkan Laba Bersih Sebesar 65,8 Persen

DETIK BANUA. CO. ID, JAKARTA : PT Federal International Finance (FIF), salah satu bagian dari Divisi Jasa Keuangan Astra (Astra Financial), membukukan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2021 dengan peningkatan laba bersih sebesar 65,8% menjadi Rp 2,47 triliun dibanding periode yang sama tahun 2020 yang hanya mencapai Rp 1,49 triliun. Angka tersebut juga hampir menyamai rekor pencapaian PT FIF yang dicapai pada tahun 2019 sebelum terjadinya pandemi Covid-19 dengan laba bersih sebesar Rp 2,57 triliun.
Presiden Direktur PT FIF, Margono Tanuwijaya, mengatakan bahwa keberhasilan yang dicapai oleh PT FIF pada tahun 2021 didukung oleh berbagai strategi perusahaan yang diimplementasikan dalam menghadapi pandemi yang berlangsung sejak bulan Maret 2020 di Indonesia.
“Terdapat 3 strategi penting yang mempengaruhi peningkatan laba bersih PT FIF, yaitu pengendalian biaya mengingat kondisi ekonomi yang masih belum stabil. Selain itu, kami tetap melakukan investasi yang memiliki dampak jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan competitive advantage,” ungkap Margono Tanuwijaya sembari menambahkan bahwa dari sisi risiko manajemen terus dilakukan perbaikan kualitas atas akuisisi kontrak baru dengan mengimplementasikan sistem smart aquisition yang terus dikembangkan.
Margono juga menyebutkan dalam menghadapi sejumlah tantangan yang ada pada tahun 2021, strategi penting yang juga diterapkan perusahaan adalah dengan memperkuat dan mempercepat kolaborasi di internal perusahaan dan juga dengan Astra Value Chain, di samping mengoptimalkan sistem dan infrastruktur untuk mempercepat digitalisasi, dan mengintegrasikan online dan offline channel di perusahaan, yang meliputi 243 cabang dan ribuan network PT FIF yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Presiden Direktur PT FIF, Margono Tanuwijaya (depan bagian tengah) didampingi oleh jajaran direksi PT FIF lainnya, 
Tidak hanya sampai di situ, Margono juga mengatakan bahwa fungsi kontrol memainkan peran penting dalam mendukung kinerja perusahaan. “PT FIF juga terus memperketat kontrol operasional bisnis perusahaan, seperti memastikan pengendalian atas operasi bisnis di seluruh network dan memastikan konsistensi di dalam melakukan kontrol dan eksekusi strategi untuk mencapai target, serta menjaga cost efficiency. Semua inisiatif di tahun 2021 juga harus didukung dengan pengembangan organisasi, sehingga menjadi lebih ramping, lincah, serta lebih adaptif untuk menjawab perubahan yang terjadi,” kata Margono.
Selain itu, PT FIF juga berhasil menjadi salah satu perusahaan jasa keuangan yang sehat dengan tingkat jumlah kredit bermasalah atau yang lebih dikenal dengan Non-Performing Financing (NPF) di angka 0,9%, di mana menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menilai perusahaan pembiayaan dengan NPF di bawah 1% dikategorikan perusahaan yang sehat. Angka NPF tahun 2021 tersebut lebih baik dibanding NPF Perseroan pada tahun 2020 sebesar 1,5%.
Setelah pemulihan pandemi pada tahun 2020, tahun 2021 sebagian besar iklim usaha mulai menggeliat sekaligus menjadi momentum pemulihan dan kebangkitan ekonomi di Indonesia, sehingga kondisi ini juga memberikan dampak positif kepada operasional bisnis PT FIF.
Pemulihan kinerja PT FIF juga tercermin dari nilai pembiayaan yang dikeluarkan oleh perusahaan secara amount finance (AF), yakni sebesar Rp 31,83 triliun. Angka tersebut naik sebesar 5,7% jika dibanding pencapaian tahun 2020 senilai Rp 30,11 triliun.
Di samping itu, jika dilihat dari pencapaian pembiayaan yang dikeluarkan secara unit, pada tahun 2021 PT FIF membukukan pembiayaan pada 2,62 juta unit, atau meningkat sebesar 0,4% dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai 2,61 juta unit.
Bila dilihat dari kemampuan perusahaan berdasarkan aset, PT FIF membukukan peningkatan pada total aset yang dimiliki, yakni sebesar Rp 32,65 triliun, naik sebesar 0,2% dibanding tahun 2020 sebesar Rp 32,59 triliun.
Dalam menjalankan bisnisnya, terdapat 4 lini bisnis utama yang dilakukan oleh perusahaan. Keempat lini bisnis tersebut adalah FIFASTRA yang merupakan jasa pembiayaan sepeda motor baru Honda, DANASTRA yang merupakan jasa pembiayaan multiguna, SPEKTRA yang merupakan jasa pembiayaan multiproduk, dan AMITRA yang merupakan jasa pembiayaan syariah PT FIF.
Selama tahun 2021, pertumbuhan pesat terjadi pada lini bisnis FIFASTRA dan DANASTRA. Hal ini disebabkan, pada tahun 2021 terjadi peningkatan permintaan sepeda motor mengacu kepada data yang disampaikan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang mengatakan bahwa pada tahun 2021 terjadi pertumbuhan 38% pada penjualan sepeda motor.
Begitupun dengan permintaan jasa pembiayaan multiguna yang mengalami peningkatan permintaan dikala pandemi Covid-19 yang berdampak kepada perekonomian masyarakat. Berbanding terbalik dengan permintaan multiproduk, seperti alat elektronik, gadget, dan perabotan rumah tangga yang masih memiliki pasar yang lesu dan juga pada permintaan haji dan umrah yang masih terbatas akibat pandemi Covid-19.
Pada kinerja lini bisnis FIFASTRA , secara amount finance (AF), nilai pembiayaan pada tahun 2021 mencapai Rp 21,2 triliun, atau meningkat 10% dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai Rp 19,29 triliun.
Pencapaian tersebut membuat FIFASTRA menjadi kontributor utama terhadap keseluruhan nilai pembiayaan PT FIF dibanding lini bisnis lainnya dengan persentase kontribusi sebesar 66,6%.
Dari sisi jumlah unit, lini bisnis FIFASTRA melakukan pembiayaan sepeda motor baru Honda pada tahun 2021 sebanyak 1,23 juta unit, atau naik sebesar 13,5% dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai 1,08 juta unit.
Sementara itu, untuk kinerja lini bisnis DANASTRA, sepanjang tahun 2021 nilai pembiayaan yang berhasil dicapai adalah sebesar Rp 9,84 triliun, naik sebesar 3,5% dibanding tahun 2020, yang hanya mencapai Rp 9,51 triliun. Secara unit, DANASTRA melakukan pembiayaan kepada 1,28 juta unit, atau turun 1,5% dibanding tahun 2020, yang mencapai 1,30 juta unit.
Pada tahun 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa program relaksasi yang wajib dilaksanakan oleh seluruh perusahaan pembiayaan. Program itu sejatinya tetap berjalan hingga 2021, namun di tengah ekonomi yang perlahan mulai menunjukkan pemulihan, program ini tetap diberlakukan disesuaikan dengan kondisi masing-masing konsumen yang dilihat dari pola pembayaran angsurannya.
Berbeda pada tahun 2020, pada tahun 2021, salah satu yang mempengerahui operasional bisnis PT FIF adalah adanya penerapan Pemberlakuakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kebijakan lainnya yang memberikan dampak positif kepada operasional bisnis PT FIF di antaranya  adalah POJK 4/2021 mengenai Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank, di mana PT FIF merespon baik atas kebijakan tersebut.
(Rel)

 

 

 

BPJAMSOSTEK Cabang Batulicin Serahkan Santunan 150 Juta Kepada Ahli Waris Syahrul Hamdani dan Astuti

DETIK BANUA.CO.ID, TANAH BUMBU – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Batulicin kembali melakukan penyerahan Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Meninggal almarhum Syahrul Hamdani dan Jaminan Kematian (JKM) almarhumah Astuti kepada Ahli Warisnya dimana almarhum dan almarhumah sudah menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan anggota UPK DAPM Kusan Hilir.
Santunan Klaim tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Batulicin Murniati yang juga dihadiri oleh anggota DPRD Tanah Bumbu Fraksi PPP Komisi I Syamsisar, Camat Kusan Hilir Arianto Sani, Kepala Desa Gusunge Agustan Bedu, H. Bambang Nasution Danramil, Perwakilan Polmas dan Babinsa Desa Gusunge, Perwakilan Dinas Perikanan dan Mukri Agen PERISAI di rumah almarhum Syahrul Hamdani di Desa Gusunge, Rabu (23/02/2022).
Besaran santunan JKK meninggal yang diserahkan kepada Ahli Waris Syahrul Hamdani sebesar Rp108.400.000,- dan Santunan Kematian yang diserahkan kepada Ahli Waris Astuti sebesar Rp42.000.000,-
Dalam kesempatan itu, Murniati mengungkapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah tersebut dan menjelaskan bahwa manfaat yang diterima oleh Ahli Waris Syahrul Hamdani lebih besar daripada yang diterima oleh Ahli Waris Astuti dikarenakan Almarhum Syahrul Hamdani meninggal saat bekerja dan tenggelam dilaut saat yang bersangkutan bekerja memperbaiki banggang dan tersapu ombak, sehingga manfaat yang diterima adalah 48x upah yang terlapor di BPJAMSOSTEK, upah yang terlapor adalah Rp1.800.000,- ditambah uang pemakaman Rp10.000.000,- dan uang santunan berkala yang dibayarkan sekaligus Rp12.000.000 total yang diterima ahli waris adalah Rp108.400.000,- dan Almarhumah Astuti meninggal karena sakit atau diluar hubungan kerja sehingga manfaat yang didapatkan adalah sebesar Rp42.000.000,-
Murniati menjelaskan pemberian Santunan tersebut merupakan tanggung jawab kami kepada seluruh peserta jika mengalami kecelakaan kerja walaupun di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Sudah menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan prima untuk memenuhi hak peserta ataupun ahli warisnya sesuai aturan yang berlaku. Semoga santunan ini dapat meringankan keluarga Almarhum dan bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Uang Santunan tersebut bukan sebagai belas kasih atau bantuan tetapi merupakan hak dari yang bersangkutan karena menjadi peserta BPJAMSOSTEK, ia berharap melalui santunan yang diterima dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan, tuturnya.
Camat Kusan Hilir, Arianto Sani menyambut positif kehadiran dari BPJAMSOSTEK, ini merupakan bukti bahwa negara hadir melalui BPJAMSOSTEK yang memberikan kepastian Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada masyarakat yang mengalami musibah.
Ia berharap dengan adanya uang santunan yang diterima Ahli Waris tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik untuk keberlangsungan hidup dengan penggunaan yang tepat seperti dibelikan lahan buat berkebun, hewan ternak maupun sebagai modal usaha agar uang tersebut benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan.
“Semoga kedepannya para pekerja sektor informal (nelayan, petani, penjual pentol, penjual sayur ,dll) segera mendaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK karena manfaat yang diterima pesertanya sangat besar dan bermanfaat, sementara iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya sangat murah hanya Rp16.800 ,- untuk 2 Program (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian) kalau 3 Program hanya Rp36.800 ,- (Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua),” ujarnya.
Murniati dan Syamsisar menyampaikan kedepannya BPJS Ketenagakerjaan akan bekerjasama dengan DPRD Tanah Bumbu agar perusahaan juga peduli terhadap pekerja pekerja rentan disekitar perusahaan perusahaan yang beroperasional di Wilayah Tanah Bumbu untuk memberikan perlindungan CSR nya agar semua warga di Tanah Bumbu bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, selain itu juga akan mengundang Dinas Dinas terkait untuk meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini terhadap para pekerja yang ada dibawah Dinas Dinas tersebut sehingga kesejahteraan dan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bisa dinikmati oleh seluruh pekerja baik yang formal maupun yang informal.
Murniati dan Syamsisar juga menghimbau kepada semua perusahaan di wilayah Tanah Bumbu untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam Program BPJAMSOSTEK, dengan harapan tidak adanya PDS (Perusahaan Daftar Sebagian) Tenaga Kerja, PDS Program dan PDS Upah, dan tidak terlambat bayar iuran.
Murniati kembali menghimbau kepada seluruh Perusahaan di Wilayah Tanah Bumbu yang belum menjadi peserta agar mendaftarkan pekerjanya ke BPJAMSOSTEK dan tertib membayar iuran sehingga manfaat perlindungan BPJAMSOSTEK bisa dirasakan oleh seluruh pekerja secara maksimal dan ditambahkan lagi oleh Murniati khusus untuk Pendaftaran dan Pembayaran iuran bagi Pekerja sektor Informal sudah bisa diakomodir oleh para Agen PERISAI UPK DAPM yang tersebar disetiap Kecamatan , mereka akan membantu dalam proses pendaftaran dan pembayaran Iuran, dan pihaknya juga bekerjasama dengan seluruh PATEN di Kecamatan untuk memberikan kemudahan bagi usaha usaha mikro kecil untuk mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus datang langsung ke kantor kami.
“Kecelakaan dapat terjadi dimana saja. Bahkan saat kondisi tengah bekerja sekalipun, maka pekerja yang belum menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan silahkan mendaftar. Program ini sangat meringankan perusahaan, karena semua biaya pengobatan dan perawatan pekerjanya dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” tutup Murniati. (Rel BPJS) 

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.