HUT RI Ke-77, 105 Napi di Tanbu Mendapatkan Remisi, 3 Langsung Bebas

Detik Banua.Co.Id, Tanah Bumbu – Dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin melaksanakan Pemberian Remisi Umum Tahun 2022, bertempat di Aula Lapas Kelas III Batulicin, Rabu (17/08)
Acara itu dihadiri langsung Bupati Tanah Bumbu dr. H.M Zairullah Azhar, M.Sc dan Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanah Bumbu, serta tamu undangan lainnya.
Penyerahan Remisi secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati  Zairullah Azhar, didampingi Plt. Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Bambang Hari Widodo kepada perwakilan Narapidana yang mendapatkan Remisi HUT RI ke-77
Bupati Zairullah Azhar dalam sambutannya mengajak warga binaan yang mendapatkan remisi agar senantiasa melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim terlebih kepada warga binaan yang akan bebas untuk dapat membuktikan dan bangkit menjadi bagian masyarakat yang lebih baik lagi.
“Kita sebagai seorang muslim jangan lupa salat lima waktu, ketika melakukan sesuatu, lakukan yang tebaik untuk siapapun, juga selalu berdoa, agar dekat dengan Allah, sehingga selalu dalam lindungan Allah dan untuk Wargabinaan yang bebas di masyarakat kita harus buktikan dan bangkit, kita tidak boleh malu, kita hanya boleh malu di hadapan Allah SWT,” ucapnya.
Adapun remisi yang diberikan terdiri dari remisi umum I diberikan kepada 102 orang narapidana dan remisi umum II sebanyak 3 orang (Remisi yang diberikan kepada napi yang saat pemberian langsung dibebaskan) sehingga total napi keseluruhan yang mendapatkan remisi berjumlah 105 orang dari 147 napi di Lapas Batulicin
Salah satu warga binaan Lapas Batulicin Khairil Anwar menyampaikan rasa syukurnya
“Ahamdulillah, SK Remisi turun, jadi saya bisa langsung bebas, dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga, saya ucapkan juga terimakasih kepada petugas Lapas Batulicin atas pembinaan dan arahannya selama ini , “Ucap Khairil.
(Rel/Red)

Pencapaian Bupati H Sudian Noor dan Wakil Bupati H Ready Kambo

TANAH BUMBU, Detik Banua. Co. Id -Sejak tahun 2018 hingga kini Kabupaten Tanah Bumbu dipimpin oleh Bupati H. Sudian Noor bersama Wakil Bupati H. Ready Kambo.

Dalam kurun dua tahun kepemimpinan Bupati H. Sudian Noor dan Wakil Bupati H. Ready Kambo, telah banyak capaian pembangunan yang dilaksanakan, yang tidak lepas dari Visi dan Misi Kabupaten Tanah Bumbu.

Berbagai capaian pembangunan yang dilaksanakan tersebut membuahkan hasil dengan banyak prestasi yang diraih, baik di tingkat Provinsi maupun Nasional, yang diantaranya:

1. Penghargaan dari Kementerian Keuangan atas keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2018 dengan opini WTP.
2. Penghargaan dari Mepan RB atas prestasi dalam akuntabilitas kinerja tahun 2019 dengan nilai B+.
3. Penghargaan dari Kementerian Perdagangan atas penetapan Pasar Sudan Raya sebagai pasar tertib ukur tahun 2019.
4. Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai kabupaten kota layak anak tahun 2019.
5. Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM sebagai Kabupaten Peduli HAM Tahun 2018.
6. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas anugerah Adipura Tahun 2018 Kategori Kota Kecil.
7. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas pelaksanaan program kampung iklim tahun 2019.
8. Penghargaan dari Menpan RB atas penetapan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai unit kerja meraih predikat wilayah bebas dari korupsi WBK.
9. Penghargaan dari Ombudman kepada Pemkab Tanah Bumbu predikat kepatuhan tinggi tahun 2019 terhadap standart pelayanan publik sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tetang pelayan publik.
10. Penghargaan dari Menteri Kesehatan atas penganugerahan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2019.
11. Penghargaan dari Menteri Kesehatan kepada kelompok asuhan mandiri anggrek desa teluk kepayang berjasa dalam pembangunan bidang kesehatan.
12. Penghargaan dari Kemendagri kepada Pemkab Tanbu atas partisipasi pembangunan komitmen daerah dan kelembagaan dalam upaya penanganan stunting.
13. Penghargaan dari Gubernur Kalsel kepada Bupati H. Sudian Noor sebagai tokoh peduli pendidikan.
14. Penghargaan dari Gubernur Kalsel atas komitmen Pemkab Tanbu dalam program kepariwisataan.
15. Penghargaan dari Pemrov Kalsel kepada pemkab tanbu sebagai Kecamatan Sayang Ibu Kategori Madya.
16. Penghargaan dari Pemprov Kalsel atas hasil penelitian kinerja stunting terintegrasi Kalsel tahun 2019.
17. Penghargaan dari Pemprov Kalsel atas respon sangat tinggi terhadap penanganan bencana Karhutla.
18. Penghargaan dari Pemprov Kalsel atas juara pertama lomba administrasi pada Forum Anak Daerah se-Kalsel Tahun 2019.
19. Penghargaan dari Pemprov Kalsel kepada Desa Dukuh Rejo Kec Mantewe atas P2WKSS Tahun 2019 kategori utama.
20. Penghargaan dari Polres Tanbu kepada Pemkab Tanbu atas support dan dedikasinya dalam kerjasama menangani Covid-19 Tahun 2020.
21. Penghargaan dari BPS Prov Kalsel kepada Pemkab Tanbu atas capaian respone rate sensus penduduk tahun 2020.
22. Penghargaan dari Prov Kalsel kepada Pemkab Tanbu terkait Sanitasi dan air minum tuntas waja sampai kaputing (Satu Wasaka Award) Tahun 2020.
23. Penghargaan dari Prov Kalsel kepada Desa Pakkatelu Kab Tanbu Perningkatan kualitas keluarga kategori Madya tingkat provinsi Tahun 2020.
24. Penghargaan dari Gubernur Kalsel kepada Bupati Tanbu terkait Pencetakan Kartu Identitas Anak Terbanyak I untuk Kabupaten/Kota Tahun 2020.
25. Penghargaan dari Yayasan Pondok Pesantren Darul Ilmi kepada Bupati Tanbu atas peran serta dan kerjasamanya dalam pelaksanaan Program Darul Ilmi Mengabdi Tahun 2020.
26. Penghargaan dari Dirjen Perbendaharaan Kanwil Kalsel kepada Pemkab Tanbu dalam rangka terbaik kedua tingkat nasional tercepat dalam penyaluran BLT DD.
27. Penghargaan dari Menteri Keuangan kepada Pemkab Tanbu karena meraih predikat opini WTP tujuh kali berturut-turut.

Dengan berbagai capaian itu, Kabupaten Tanah Bumbu mampu menjelma menjadi salah satu wilayah dengan pembangunan terbaik.

Keberhasilan ini akan menjadi tinta emas sejarah, baik dalam perkembangan Kabupaten kedepan, maupun sebagai capaian pribadi seorang H Sudian Noor sebagai Bupati dan H Ready Kambo sebagai Wakil Bupati.

(Red/Rel/Dbol)

Sambut Ibukota Negara Baru, Siapkan SDM Ungul Dan Bangun Ekonomi Kerakyatan

Detik Banua. Co.Id, BATULICIN –  Memantapkan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan, SDM Unggul Dalam Menyongsong Tanah Bumbu Sebagai Ibu Kota  Negara Baru, menjadi tema pada peringatan Hari Jadi ke 17 Kabupaten Tanah Bumbu.

Dipilihnya tema tersebut seiring dengan di umumkannya pemindahan ibukota negara baru ke Provinsi Kalimantan Timur oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Tanbu yang secara geografis berdekatan dengan calon ibukota negara tersebut.

Dampak nyata dari pindahnya ibukota tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan terbukanya arus barang dan orang.

Tak mau jadi penonton dirumahnya sendiri, Tanbu pun menyiapkan langkah-langkah srategis sebagai daerah yang disiapkan menjadi penyangga ibukota negara baru. Dibawah kepemimpinan Bupati H. Sudian Noor dan H. Ready Kambo, fokus membangun sumberdaya manusia (SDM) dan ekonomi kerakyatan.

SDM merupakan salah satu faktor penting dalam membangun suatu bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, Pemkab Tanbu terus berupaya meningkatkan partisipasi sekolah pada semua jenjang pendidikan yang lulusannya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja dan industri.

Dari data yang ada, Harapan Lama Sekolah (HLS) terus meningkat setiap tahunya. Tercatat HLS tahun 2017 mencapai 12 tahun, 2018 menjadi 12,33 tahun dan pada 2019 meningka tmenjadi 12,36 tahun. Disamping itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami peningkatan dari 7,67 tahun pada 2017 menjadi 7,70 di tahun 2018, dan meningkat menjadi 7,71 tahun pada 2019. Angka Harapan Hidup (AHH) pun terus meningkat setiap tahunnya yaitu pada tahun 2017 mencapai 69,44t ahun, 2018 menjadi 69,74 tahun, dan pada2019 menjadi 70,08 tahun.

Dari semua komponen tersebut tentunya memberikan dampak positif bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Tanbu. IPM Tanbu terus meningkat setiap tahunnya mulai dari 66,94 pada tahun 2014 menjadi 70,05 padatahun 2018, dan pada tahun 2019 mencapai 70,50. Sepanjang tahun 2018-2019, IPM Tanbu rata-rata tumbuh sebesar 0,64.

Guna menyiapkan SDM yang unggul ini pula, Pemkab Tanbu terus gencar melaksanakan pembangunan di sektor pendidikan, utamanya pada infrastruktur, yang mana pada tahun 2019 melalui Disdikbud telah merehab sebanyak 40 sekolah dengan rincian, 34 SD dan 6 SMP. Selain itu, Kualitas SDM juga ditingkatkan melalui berbagai macam pelatihan-pelatihan yang mengarah pada ekonomi kerakyatan diantaranya pelatihan berbasis elektronik, pelatihan ekonomi digital, dan pelatihan kewirausahaan berbasis potensi desa, diantaranya pelatihan pengolahan hasil perikanan dan pelatihan pengolahan hasil perkebunan.

Disektor ekonomi kerakyatan ini pula, Pemkab Tanbu fokus pada sektor pertanian dan perikanan. Dimana Tanbu bersiap menjadi lumbung pangan bagi ibukota negara baru. Adapun data luas sawah baik fungsional maupun cadangan seluas 19.844 ha dan lahan pertanian bukan sawah seluas 410.897 ha, sehingga jumlah keseluruhan lahan pertanian menjadi 430.741 ha. Pada tahun 2019,hasil produksi padi sawah sebesar 83.867 ton dengan luas panen 16.214 ha. Pada tahun 2019 ini pula, terdapat peningkatan produksi pada padi ladang dari 18.440 ton di tahun 2018 menjadi 19.118 ton.

“Guna mendukung peningkatan produksi pertanian ini, Pemkab juga terus menyalurkan bantuan Alsintan, pompa air, dana lattanam kepada kelompok tani di Tanbu,” ujar Bupati.

Disektor perkebunan yang menjadi unggulanya itu kelapa sawit dan karet. Adapun luas lahan inti untuk tanaman sawit 43.224,46 ha dengan produksi TBS 809.329,95 ton, sedangkan untuk luas lahan plasma sawit seluas 24.127,61 ha dengan produksi TBS sebesar 471.756 ton.

Sementara untuk produksi kebun sawit rakyat yang dihasilkan pada tahun 2018 mencapai 601.311 ton, kemudian pada tahun 2019 sebesar 608.871 ton, mengalami kenaikan sebesar 7.560 ton. Rata-rata produksi TBS perhektar untuk kebun inti sebesar 18,72 ton/ha dan kebun plasma sebesar 19,55 ton/ha, serta kebun rakyat sebesar 18,94 ton/ha.

Keberadaan sektor perkebunan di Tanbu memiliki peranan yang penting dalam penyediaan lapangan pekerjaan dan memberikan peran yang besar bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, disektor peternakan, secara keseluruhan populasi ternak mengalami kenaikan dari 33.467 ekor tahun 2018 menjadi 134.358 ekor tahun 2019 atau meningkat 301,46 persen dikarenakan adanya bantuan sektor peternakan sebanyak 87.900 ekor itik.

Sedangkan sektor perikanan secara keseluruhan produksi kelautan dan perikanan kabupaten Tanbu tahun 2019 sebesar 46.756,33 ton.  Produksi perikanan tersebut bersumber dari penangkapani kan di laut sebesar 41.219,77 ton, budidaya air payau sebesar 2.833,71 ton, penangkapan ikan diperairan umum sebesar 2.070,43 ton, budidaya air tawar sebesar 558,06 ton, budidaya jaring apung sebesar 47,09 ton dan budidaya rumput laut sebesar 25,22 ton, serta budidaya keramba sebesar 2,05 ton.

Meningkatkan produksi perikanan sangat penting bagiTanbu, apalagi jikan antinya Kabupaten ini mampu menjadi penyuplai pangan bagi ibukota negara yang baru. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab untuk meningkatkan produksi perikananya itu dengan menyalurkan bantuan untuk para nelayan.  Pada tahun 2019 telah disalurkan sebanyak 30 unit GPS dan 20 unit mesin ketinting dengan kapasitas 13 PK, serta penyaluran bibit rumput laut kepada kelompok nelayan. 

Guna melindungi keselamatan para nelayan, Pemkab Tanbu melalui Dinas Perikanan juga mengikutkan nelayan menjadi pesertaa suransi Jasindo. 

Program kesehatan juga menjadi prioritas utama guna mendukung terwujudnya SDM unggul di Bumi Bersujud. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam hal memberikan kenyamanan pelayanan kesehatan, Pemkab membangun gedung baru berlantai II yang difungsikan untuk layanan kelas III. Bangunan gedung baru tersebut telah diresmikan oleh BupatiTanbu H. Sudian Noor pada 25 Februari 2020 lalu.

Gedung layanan kelas III di RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor memiliki keistimewaan. Walaupun layanan kelas III, namun fasilitas di dalamnya serasa kelas I. Bangunan baru ini memiliki masing-masing memiliki 10 kamar dilantai dasar dan lantai dua. Masing-masing kamar dilengkapi empat tempat tidur pasien, lift, ruang berAC, kamar mandi, dan WC. Gedung rawat inap yang di inisiasi oleh Bupati sebelumnya yaitu Mardani H Maming tersebut mampu menampung hingga 80 orang. (Rel)

Lapsus – Mewujudkan Pemerintahan Yang Bersih dan Akuntabel

Detik Banua. Co. Id, Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dibawah kepemimpinan Bupati H Sudian Noor dan Wakil Bupati H Ready Kambo berkomitmen penuh mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyederhanaan pelayanan birokrasi, percepatan proses pelayanan, dan kemudahan dalam pengajuan berbagai bentuk pelayanan publik baik itu dari pemerintah maupun masyarakat.

Guna mewujudkan tata kelola good governance tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2018 lalu telah menerapkan pelayanan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara Online. Bahkan Kabupaten Tanah Bumbu menjadi yang pertama di Kalimantan Selatan menerapkan SP2D Online.

Menurut, Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H Rooswandi Salem, penerapan SP2D online merupakan sebuah komitmen pemerintah daerah dalam rangka melakukan optimalisasi terhadap pelayanan publik. Diharapkan dengan SP2D online dapat mendukung penuh pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mudah, cepat, dan aman.

Mengawali tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga telah melaunching pelayanan SIMDA Pendapatan Online. Simda Pendapatan Online ini untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat khususnya wajib pajak.

Menurut Sekda H Riswandi Salem, pemanfaatan teknologi sudah menjadi sebuah keharusan guna memaksimalkan pelayanan publik yang mudah dan cepat.

Berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkab Tanah Bumbu dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan akuntabel selama ini telah membuahkan hasil. Yaitu dengan diperolehnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 5 tahun berturut-turut yakni tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017.

Selain itu, Pemkab Tanbu juga meraih penghargaan SAKIP AWARD 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Jajaran pemerintah daerah menyambut gembira dengan diraihnya Penghargaan SAKIP dengan nilai B ini karena sebelumnya hanya mendapatkan predikat nilai C dalam tiga tahun terakhir yaitu 2015, 2016, 2017. Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H Rooswandi Salem mengatakan penghargaan SAKIP dengan nilai B ini adalah langkah awal untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Lapsus – Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

Detik Banua. Co.Id, Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kepemimpinan Bupati H Sudian Noor dan Wakil Bupati H Ready Kambo terus berupaya meningkatkan pelayanan publik. Diantaranya yaitu pelayanan kesehatan masyarakat.

Terkait peningkatan pelayanan kesehatan ini, pada tahun 2018, RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor meraih predikat Akreditasi dengan status tingkat Paripurna. Predikat tersebut diberikan langsung oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Akreditasi ini sangat penting untuk dimiliki oleh rumah sakit. Tujuan akreditasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Tidak hanya pelayanan pada RSUD saja yang memperoleh akreditasi, namun akreditasi Puskesmas juga dilakukan. Pada awal tahun 2019 ini ada sebanyak 4 puskesmas yang memperoleh akreditasi dari KARS diantaranya Puskesmas Darul Azhar mendapat status akreditasi utama, Puskesmas Karang Bintang, Sebamban 1, dan Teluk Kepayang masing-masing menerima status akreditasi madya.

Pelayanan kesehatan di RSUD juga terus ditingkatkan. Pada tahun 2019, RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor sudah memiliki gedung dan pelayanan Hemodialisa atau Cuci Darah. Keberadaan pelayanan Hemodialisa ini tentunya mempermudah masyarakat agar tidak perlu jauh lagi berobat ke Banjarmasin. Karena selama ini, pasien gagal ginjal terpaksa harus dirujuk ke Banjarmasin atau rumah sakit lainnya guna mendapatkan pelayanan cuci darah.

 

Lapsus – Pengelolaan Lingkungan Guna Mencegah Terjadinya Bencana

Detik Banua. Co. Id, Tanah Bumbu – Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga menempatkan pengelolaan lingkungan menjadi fokus perhatian. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sangat penting dalam rangka mencegah terjadinya bencana. Pengelolaan lingkungan menjadi penting untuk dilakukan. Maka pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memasukkan pelestarian lingkungan kedalam misi pembangunan daerah Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2016-2021.

Salah satu permasalahan lingkungan yang kerap terjadi di Tanah Bumbu yaitu banjir dan abrasi, maka pemerintah daerah melakukan upaya penghijauan dengan melakukan penanaman pohon. Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui KPH Kusan melakukan penanaman 1000 pohon jenis Trembesi, Mahoni, dan Tanjung, di Kecamatan Mentewe pada saat peringatan Hari Rimbawan ke 36.

Penanaman pohon ini sebagaimana arahan presiden Joko Widodo bahwa reklamasi dan rehabilitasi hutan besar-besaran dilakukan di tahun 2019. Untuk itulah dilakukan gerakan penanaman pohon secara nasional di seluruh Indonesia. Penanaman pohon ini diorientasikan untuk penyelamatan danau, waduk, pemukiman, serta penyediaan kayu rakyat, dan berbagai manfaat ekonomi lainya bagi tabungan masyarakat dimasa depan.

Kemudian juga dilakukan penanaman bibit mangrove sebanyak 3000 batang yang bekerjasama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja dan PT Enam Sembilan yang dipusatkan di Batulicin.

“Penanaman mangrove ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama dalam rangka mencegah abrasi, dan bencana gelombang laut,” sebut Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor.

Selanjutnya, dalam rangka pengendalian banjir, genangan air, dan abrasi di pemukiman dan jalan, pemerintah daerah pada tahun 2018 melaksanakan program pengendalian banjir dengan melakukan pemeliharaan bantaran dan tanggul sungai dengan kegiatan normalisasi pada 15 sungai di Tanah Bumbu dan pembangunan tanggul desa serta pembangunan groin yang berlokasi di Pagatan yang bertujuan mengurangi abrasi disekitar pantai Pagatan. Selain itu pula dilaksanakan pembangunan kolam retensi yang berfungsi untuk mengurangi luas genangan yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Pada pembangunan lingkungan ini pula, pemerintah daerah pada tahun 2018 membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Kusan Hulu dengan luas 1,6 Ha.

Pada pengelolaan lingkungan ini, pemerintah daerah juga fokus pada kebersihan lingkungan. Kepedulian pemerintah daerah akan sampah ini membawa hasil dengan diraihnya Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Adipura ini merupakan yang pertama kalinya diraih sejak berdirinya kabupaten tanah bumbu tahun 2003 lalu dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Lapsus – Infrastruktur Lebih Baik, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Detik Banua. Co. Id, Tanah Bumbu – Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan perekonomian tidak dapat tercapai jika tidak didukung dengan infrastruktur. Pembanguan infrastruktur memegang peranan penting dalam mendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanah Bumbu.

Salah satunya yaitu pembangunan jalan dan jembatan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar desa sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Hingga akhir tahun 2018, pemerintah daerah sudah membangun jalan diantaranya jalan kabupaten sepanjang 1.586,12 km serta jembatan sebanyak 298 unit dalam kondisi baik yang menghubungkan antar desa dan antar kecamatan.

Pembangunan infrastruktur di Tanah Bumbu juga diarahkan pada sektor pertanian guna mendukung program pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni Swasembada Pangan. Wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu pada sektor pertanian di tahun 2018 diantaranya rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi fungsi jaringan irigasi, pembuatan saluran irigasi, serta rehabilitasi jaringan irigasi.

Pada tahun 2018, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mendapatkan program dana hibah dari Kementerian PUPR, melalui kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) dimana kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan.

Melalui optimalisasi jaringan irigasi ini tentunya berdampak bagi peningkatan produksi sektor pertanian di Tanah Bumbu, tercatat pada tahun 2017 produksi pertanian khususnya padi sawah sebanyak 121.728 ton menjadi 128.392 ton di tahun 2018.

Peningkatan produksi sektor tanaman pangan ini dipengaruhi pula dengan dukungan pemerintah pusat melalui program penyaluran alat mesin pertanian (alsintan), benih tanaman, dan pupuk bersubsidi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh para petani di Tanah Bumbu

Lapsus – Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Pemanfaatan Hasil Perikanan

Detik Banua. Co.Id, Tanah Bumbu – Pemanfaatan sektor kemaritiman tidak hanya potensial bagi objek wisata saja, namun juga potensi perikanan laut di dorong untuk bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Tanah Bumbu.

Melalui sektor perikanan ini, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan perekonomian nelayan dan menumbuhkan Industri Kecil Menengah (IKM) di Tanah Bumbu. Untuk itu, berbagai bantuan pun direalisasikan pemerintah daerah baik itu bantuan bersumber dari APBN maupun APBD.

Berbagai bantuan yang disalurkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah selain mampu membuka lapangan pekerjaan, tentunya juga berdampak bagi peningkatan perekonomian para nelayan. Beberapa bantuan yang disalurkan meliputi bantuan kapal bagi nelayan. Tercatat pada tahun 2017 sebanyak 40 kapal dibawah 3GT disalurkan. Kemudian tahun 2018, pemerintah kembali menyalurkan sebanyak 30 kapal untuk trans nelayan. Tidak hanya sampai disitu, bantuan kapal kembali berlanjut di tahun 2019 sebanyak 11 kapal dibawah 3GT disalurkan kembali untuk nelayan kecil.

Bersamaan dengan bantuan kapal, pemerintah juga memberian bantuan alat perikanan tangkap berupa GPS sebanyak 125 unit di tahun 2017. Tahun 2018 sebanyak 200 set jaring. Kemudian tahun 2019 akan disalurkan bantuan berupa GPS sebanyak 30 unit. Dengan bantuan GPS ini setidaknya nelayan di Kabupaten Tanah Bumbu saat ini telah memanfaatkan kemajuan teknologi dalam usaha meningkatkan hasil tangkapan ikan mereka. Adapun target yang ingin dicapai oleh pemerintah daerah yaitu membantu para nelayan dalam hal meningkatkan produksi perikanan.

Selain bantuan alat tangkap ikan untuk perairan laut, pemerintah juga menyalurkan bantuan alat tangkap ikan perairan umum. Pada tahun 2018, sebanyak 1.296 unit alat tangkap ikan tradisional diberikan kepada nelayan. Bermacam bantuan yang disalurkan oleh pemerintah tersebut mampu membuahkan hasil, yaitu meningkatnya hasil produksi perikanan di Tanah Bumbu setiap tahunnya. Tercatat pada tahun 2017 produksi perikanan tangkap, sebesar 42.537,76 ton dan meningkat menjadi 43.811,89 ton pada tahun 2018.

Di samping itu, dalam rangka melindungi nelayan dari resiko pekerjaan dilaut maupun didarat. Pemerintah memberi perlindungan asuransi bagi nelayan. Program asuransi itu merupakan salah satu bantuan peningkatan kesejahteraan sosial bagi para nelayan. Asuransi ini meliputi kecelakaan kerja maupun meninggal dunia. Nilai asuransi yang diterima pun cukup besar antara Rp. 150 juta sampai Rp. 200 juta/orang. Kemudahan diberikan oleh pemerintah untuk asuransi nelayan ini dengan membayarkan premi asuransi selama satu tahun pertama, dan pada tahun berikutnya nelayan membayar secara mandiri.

Selanjutnya pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu juga membantu masyarakat dalam hal memperoleh kepastian hukum hak atas tanah nelayan melalui Program Sertifikasi Hak Atas Tanah (SEHAT) Nelayan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 yang lalu hingga saat ini sudah lebih dari tiga ratus sertifikat diserahkan kepemilikannya kepada nelayan. Melalui program itu, para nelayan diharapkan mampu mengembangkan usahanya melalui penambahan permodalan.

Dari sektor kemaritiman ini telah banyak tumbuh Industri Kecil dan Menengah (IKM) pengolah hasil perikanan seperti pentol ikan, nugget ikan, amplang, dan kerupuk ikan yang menjadi buah tangan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Tanah Bumbu.

Dalam rangka meningkatkan daya saing IKM ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu gencar melakukan promosi produk IKM dengan mengikuti expo hingga keluar daerah dalam rangka memperluas pangsa pasar.

Tercatat, sepanjang tahun 2018 yang lalu, pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagri) bekerjasama dengan Dekranasda mengikuti sebanyak 7 kali expo baik ditingkat provinsi maupun nasional.  Pada tahun 2019, sebanyak 8 expo yang rencananya akan kembali diikuti pemerintah daerah baik ditingkat provinsi maupun nasional.

Selanjutnya, dalam rangka menumbuhkan IKM, pada tahun 2018 telah disusun Detail Engineering Design (DED) persiapan pembangunan Sentra IKM Pangan. Sentra IKM ini akan menjadi rumah bagi pelaku IKM, yang didalamnya terdapat kegiatan pengolahan, pengemasan produk, dan showroom produk pangan utamanya pada sektor perikanan.

Terkait data jumlah IKM di Tanah Bumbu, saat ini yang tercatat di Disdagri Tanbu sejak tahun 2013 sampai tahun 2019 sebanyak 2.045 IKM yang bergerak diberbagai sektor.

Disamping itu, guna menumbuhkan usaha baru pada tahun 2019, Pemkab Tanbu akan memberikan bantuan untuk masyarakat. Rencananya bantuan tersebut meliputi alat pengolah hasil perikanan. Bantuan yang diberikan tersebut sebagai modal usaha dan membuka lapangan pekerjaan baru yang sesuai dengan keterampilan penerima bantuan.

Upaya meningkatkan daya saing IKM juga kerap dilakukan melalui peningkatan wawasan bagi para pelaku IKM di Tanah Bumbu. Hal ini perlu dilakukan agar produk IKM mampu bersaing dipasar global.

Pemerintah daerah terus melaksanakan pembinaan dan pelatihan seperti halnya yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertrans UM) Tanah Bumbu di tahun 2018 lalu, diantaranya pelatihan kemasan bagi pelaku usaha sebanyak 30 orang, pelatihan tata boga bagi industri rumah tangga sebanyak 30 orang, pelatihan pembuatan proposal bagi wirausaha pemula, dan pelatihan Teknologi Informasi (TI) untuk pemasaran bagi pelaku usaha sebanyak 30 orang.

 

Lapsus – Memaksimalkan Sektor Kemaritiman Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Detik Banua. Co. Id, BATULICIN – Hari ini, Senin 8 April 2019, Kabupaten Tanah Bumbu genap berusia 16 Tahun. Diusia yang semakin bertambah ini, tentunya telah banyak pembangunan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di “Bumi Bersujud”.

Di Hari Jadi ke 16 ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengangkat tema “”Memantapkan Ekonomi Maritim Dengan Peningkatan Infrastruktur, Kualitas Lingkungan, SDM, dan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel Menuju Tanah Bumbu Hebat”.

Tema tersebut seiring dengan komitmen pemerintah daerah dalam upayanya mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang melimpah. 

Diantara sumberdaya alam yang sangat potensial untuk dikembangkan yaitu sektor kemaritiman.  Dari data yang ada, Kabupaten dengan motto Bersujud (Bersih, Jujur, Syukur, dan Damai) ini memiliki lebih dari seratus lima puluh  kilometer garis pantai yang membentang di empat kecamatan yaitu Kusan Hilir, Sungai Loban, Angsana, dan Satui.

Dengan panjang garis pantai yang dimiliki, tentu sangat potensial untuk dikelola menjadi sumber pendapatan asli daerah dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Tanah Bumbu khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya.

Pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Bupati H Sudian Noor dan Wakil Bupati H Ready Kambo sangat menyadari, potensi kemaritiman yang dimiliki itu dapat dijadikan salah satu penyumbang terbesar bagi peningkatan perekonomian di Kabupaten Tanah Bumbu.

Salah satu sektor kemaritiman yang sangat potensial dikembangkan adalah pemanfaatan keindahan alam sektor pariwisata. Di Tanah Bumbu sendiri, terdapat puluhan objek wisata yang potensial untuk dikembangkan.

Namun saat ini yang sudah termanfaatkan adalah wisata pantai diantaranya Pantai Angsana, Pantai Madani Tanjung Batu, Pantai Pagatan dengan Pesta Budaya Mapanre ri tasi, Objek Wisata Siring Pagatan, dan Pantai Rindu Alam.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.