Fenomena Pelakor Siapa Yang Harus Disalahkan

Penulis detikban - 21/12/2018

17700
Ilustrasi Model

Di era dahulu, adalah hal yang sangat wajar untuk seorang laki-laki menikah dengan lebih dari satu perempuan. Namun, masih ada juga laki laki yang setia hanya dengan satu pasangan saja. Misalnya saja mantan presiden Indonesia Bj Habibi yang setia kepada Ibu Ainun

Baru-baru ini tampaknya muncul sesuatu istilah Pelakor (Perebut laki orang), yaitu perempuan yang kebetulan menjadi istri yang kedua, maka akan disebut dengan pelakor. Seorang pelakor yang ditemukan sedang bersama dengan pasangannya spontan akan viral di dunia maya lantaran hal itu diungkapkan oleh sang istri pertama lewat sebuah curhatan di media sosial

Tentu saja, curhatan tersebut akan dibaca orang dan hal itu menjadikan sang pelakor mendapatkan hujatan besar dari banyak kalangan. Namun sebagian ada juga yang membela si pelakor dan menyalahkan si laki lakinya. karena tidak bisa setia dengan satu perempuan saja

Hampir setiap hari ada saja kasus baru, mulai dari kepergok berdua di kamar hotel, ribut ribut di mall sampai sawer menyawer selingkuhan/ pelakor yang hanya bisa berdiam diri.

Pelakor yang merupakan akronim dari perebut laki orang menjadi kata yang viral belakangan ini. Penyebabnya bisa jadi adalah maraknya kasus perselingkuhan sejumlah artis tanah air. Padahal sejatinya pelakor sudah ada sejak zaman dahulu dan tidak akan bisa hilang hingga kapanpun.

Sejauh yang terekspos di media sosial, selingkuh seakan-akan hanya salah si pihak perempuan karena kegenitan atau menggoda suami orang. Padahal, faktanya nggak selalu demikian. Sempat terpikir kalau suami kita yang malah diam-diam mendekati dia?

Seharusnya, yang selingkuh dan selingkuhannya punya porsi kesalahan yang sama. Bisa dibilang wanitanya kegenitan dan lelakinya masuk golongan tidak setia atau memang brengsek. Yang tak salah ya yang diselingkuhi. Parahnya, ada saja orang yang malah menyalahkan istri sah, “Nggak bisa jagain suami.” Bukankah ketika sudah berani meminang, meminta baik-baik anak perempuan dari sebuah keluarga untuk diperistri, maka sudah seharusnya suami juga bisa menjaga hatinya sendiri, kan?

Beberapa pria mengaku berselingkuh karena iseng saja, meskipun hubungan rumah tangga dengan pasangan berjalan baik dan memuaskan. Bukankah ini sebuah bukti kalau memang ada sebagian pria yang tak punya pondasi rasa setia? Jika dia punya kesetiaan, secantik apapun perempuan lain yang datang, maka mata, otak dan hatinya tak akan tergoda.

Jika hanya satu orang yang tertarik dan tergoda, mana bisa disebut perselingkuhan? ‘Kegiatan’ ini akan dilakukan oleh dua orang secara sadar, termasuk laki-laki yang sudah berstatus sebagai seorang suami. Suami berperan aktif dalam sebuah perselingkuhan. Bukankah mereka selalu punya pilihan untuk menerima atau menolak saat si pelakor mendekat?

Bagiamana dengan anda?

(Sumber :TheMonDogis &POBBELA. com)

maskot-pemilu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

baner2
ayo-vote-menangkan-video-wonderful-indonesia-di-unwto-award-170906x_3x2-rev170907
HARI JADI TANBU