5 Warga Di Batulicin Terkena DBD, 1 Meninggal Dunia

Penulis detikban - 05/02/2019

11900
_DSC0166

Batulicin, Detik Banua. Co. Id – Puskesmas Batulicin mencatat sedikitnya sudah ada 5 kasus penyakit demam berdarah (DBD) yang menimpa Kecamatan Batulicin. 1 diantaranya dilaporkan meninggal dunia di Desa Kersik Putih.

Kepala Puskesmas Batulicin Drg S. Puji Lestari langsung bertindak begitu tahu diwilayahnya ada DBD. Ia memerintahkan petugas untuk survey diwilayah yang terindikasi DBD tersebut dengan radius 100 meter.

“Ternyata benar ada positif DBD, dari 11 rumah yang di survey, 8 rumah  ada jentiknya jadi langsung kita taburkan  bubuk abate disitu,” Ujarnya.

Selain itu pihaknya juga melakukan fogging terhadap penyebaran nyamuk diwilayah yang terindikasi DBD tersebut.

Dijelaskannya, peningkatan jumlah penderita DBD saat ini karena memasuki siklus 5 tahunan.

“Selain itu intensitas  hujan yang tinggi menjadi penyebab perkembang biakan nyamuk aedes agypty,” Katanya saat di temui di Kecamatan Batulicin usai apel, Senin (4/2)

Oleh karena itu Drg S. Puji menghimbau kepada masyarat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara fokus ke titik  sasaran air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah.

Yaitu dengan 3M, meliputi Menutup tempat penampungan air baik di dalam maupun diluar rumah. JIka tidak diperlukan tengkurapkan barang barang yang bisa menampung air diluar rumah agar tidak tergenang air hujan.

Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, aquarium, vas bunga satu hingga dua kali seminggu.

Mengubur barang barang yang bisa menampung air seperti kaleng bekas dan wadah plastik.

“Pastikan rumah dan sekitar lingkungan tidak ada jentik, karena 1 jentik betina dalam 12 hingga 14 hari akan berubah menjadi nyamuk dewasa,”Tutupnya.

Senada dengan Drg S. Puji, Plt Camat Batulicin M. Yamani, menghimbau warganya untuk selalu waspada terhadap penyakit DBD yang sudah sangat membahayakan.

maskot-pemilu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

baner2
ayo-vote-menangkan-video-wonderful-indonesia-di-unwto-award-170906x_3x2-rev170907
HARI JADI TANBU