Konsisten Pemkab Tanbu Atasi Penyusutan Lahan Pertanian

Penulis detikban - 15 Nov 2022

1070
[addtoany]
IMG-20221115-WA0009
DETIK BANUA.CO.ID, Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus konsisten dalam komitmennya menjaga dan meningkatkan produksi pangan. Khususnya kedepan sebagai lumbung pangan bagi kebutuhan Ibu Kota Negara Baru, mengingat Tanah Bumbu menjadi salah satu kabupaten penyangga.
Diantara langkah konkrit yang menjadi perhatian serius, terkait isu penyempitan areal persawahan akibat berbagai faktor. Bupati dr Zairullah Azhar melalui jajaran SKPD Pemkab Tanah Bumbu terus berupa mengatasi masalah tersebut.
Pasalnya, sebagai lumbung pangan areal persawahan menjadi faktor utama dalam menopang hal tersebut. Langkah konkrit yang disiapkan bupati dengan merealisasikan wacana pembangunan Bendungan Kusan. Kebijakan ini dipastikan akan menjadi kunci untuk meningkatkan luasan lahan pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, H Hairuddin memastikan areal pertanian semakin menyusut akibat pertumbuhan pembangunan.
Namun, wacana pembangunan bendungan kusan di Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu diprediksi menjadi penyelamat dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi hasil pertanian.
Diketahui, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki lahan pertanian seluas 16.514 hektar yang terbagi areal pertanian aktif dengan luas 10.362 hektar dan areal pertanian potensi seluas 6.151 hektar.
Potensi pertanian Kabupaten Tanah Bumbu merupakan lahan sawah irigasi teknis seluas 100 hektar, sawah tadah hujan seluas 17.134 hektar dan sawah pasang surut seluas 210 hektar.
Namun, ada penyusutan karena saat ini setiap tahun luasan areal pertanian terus mengalami penyusutan yang disebabkan oleh pembangunan jalan usaha tani, lantai jemur padi, embung hingga saluran irigasi.
“Tapi, semua itu justru sangat bermanfaat sekali bagi petani,” kata dia di ruang kerjanya kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Tanah Bumbu.
Ditambahkan dia, jalan usaha tani sangat membantu petani dalam mengangkut hasil taninya.
“Kemudian, embung dan saluran irigasi tentu berpengaruh dalam hal keberhasilan tanam karena berkaitan dengan pengairan sawah,” tambah dia.
Faktor lain, penyebab penyempitan juga disebabkan oleh pertumbuhan pemukiman.
“Ada juga pemukiman yang dibangun oleh petani. Tapi itu kan juga kepentingan tinggal petani, jadi juga bermanfaat bagi petani,” tambah dia lagi.
Diharapkan dia, aktivitas yang mengakibatkan alih fungsi lahan pertanian agar tidak sampai terjadi.
“Upaya kami saat ini dengan regulasi yang ada menahan alih fungsi seperti lahan pertanian dibangun rumah massal atau perumahan, dan juga aktivitas lain yang merubah fungsi lahan pertanian,” terang dia.
Namun, dijelaskan dia, wacana pembangunan Bendungan Kusan di Kecamatan Kusan Hulu dan Teluk Kepayang menjadi angin segar yang dapat membantu dalam peningkatan produksi hasil pertanian mencapai bahkan melampaui target prosuksi hasil pertanian.
“Apabila bendungan kusan hulu terealisasi, tentu dapat dimanfaatkan untuk mengaliri lahan pertanian,” jelas dia.
Lebih lagi, dengan adanya bendungan kusan hulu sangat mungkin bisa mengatur masa tanam lebih dari sekali dalam setahun.
“Kalau sistem pengairan bagus tentu dapat diatur masa tanam dua hingga tiga kali dan produksi hasil pertanian akan jauh meningkat,” lebih dia.
Meningkat, Panen IPDMIP Tanah Bumbu
Sebelumnya, warga Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu, belum lama tadi menggelar Panen Raya Padi Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) Tahun 2022, bulan lalu.
Warga ini tergabung dalam Kelompok Tani Guyub Rukun, Kelompok Tani Sri Mulya dan Kelompok Tani Makmur.
Menurut data ada sekitar 45 hektar untuk Musim Tanam ke 2 dengan hasil panen 5,2 ton per hektar. Perbandingan dari tahun sebelumnya, panen padi kali ini dinilai mengalami peningkatan.
“Pada tahun sebelumnya, cuma 25 hektar dengan rata-rata per hektar 4,5 ton,” ujar Saiful Huda, petani Desa Sumber Baru.
Sedangkan pada tahun sebelumnya panen mengalami penyakit, padi keracunan Fe (zat besi) karena air tidak bisa larut dengan lancar dan air selalu menggenang, sehingga zat asam naik dan padi tumbuh menguning pucat, terlihat daun padi kuning kemerahan.
“Pada tahun ini tanam padi Alhamdulillah sehat, meskipun dengan kendala normal hama tikus. Kami jual per kilo beras 12 ribu untuk yang konvensional, namun padi hasil tanam organik harga beras dijual 20 ribu per kilo,” imbuh Huda.
Para petani, berhasil panen padi dengan varietas padi Mekongga, varietas Inpari atau yang lokal dan Siam, serta varietas lokal padi Gogo Sigupai.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu, Lamijan, menyampaikan panen ini merupakan bentuk dukungan, dimana keadaan nasional sekarang ini sistem Swasembada.
“Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, ketersediaan pangan kita yaitu beras tersedia cukup stabil,” lanjutnya.
Pola makan masyarakat Indonesia terkini dan pada pola makan masyarakat Indonesia tahun 1960/1970 itu berbeda. Presentase makanan utama masyarakat terkini itu beras.
Ditunjukkan melalui angka statistik bahwa kosumsi beras bagi orang dulu hanya 60/70 persen, ternyata kebiasaan pola makan orang dulu termasuk jenis umbi- umbian sebagai pemenuhan makanan pokok, orang dulu makan umbi sekitar 30/40 persen, sehingga beras ketersediaannya semakin terdukung.
Hal ini berbeda dengan pola makan masyarakat sekarang ini, yang mana 100 persen lebih banyak ke beras. Slogan terkini, katanya belum makan jika belum tersuap nasi. Jadi, minset masyarakat, umbi-umbian hanya sebagai bentuk makanan ringan atau cemilan, sehingga Swasembada beras sekarang ini, lebih berat karena beras menjadi bahan makanan utama masyarakat modern ini.
“Alhamdulillah Tanah Bumbu tercukupi untuk produksi beras. Produksi petani di Tanah Bumbu, dalam bentuk gabah dan benih dijual keluar daerah walaupun masih dalam lingkup Provinsi Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini tak bisa disepelekan, jumlah produksi hingga ratusan ton benih padi dari petani penangkar dan penghasil benih unggul bersertifikat telah meraih prestasi tersendiri.

“Pada tahun 2021 misal kita mencapai hasil hampir 500 ton yang bisa di jual keluar daerah,” pungkasnya. [tim]
maskot-pemilu
baner2
ayo-vote-menangkan-video-wonderful-indonesia-di-unwto-award-170906x_3x2-rev170907
HARI JADI TANBU